Kok bisa masuk neraka!


Baru semangat ngerjain skripsi eh tiba-tiba listrik mati. Beugh dasar PLN, gag ngasih info dulu lagi! Tapi ya gitu deh, gara-gara itu aku jadi membaca buletin jumat yg aku dapet dari jumatan siang tadi. Isinya mengenai amal kebaikan yang akan dilipat gandakan oleh Allah. Tapi jujur, aku sangat tertarik dengan hadist dibawah ini:

Diriwayatkan dari ibnu Abbas ra. Katanya: Rasulullah SAW, telah meriwayatkan bahwa Allah SWT, telah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan. “Kemudian Nabi menerangkan hal itu: “Siapa berniat ingin melakukan kebaikan, tetapi tidak lagi melakukannya, maka Allah mencatat niat itu sebagai kebaikan yang sempurna di sisiNya. Jika seorang itu berniat ingin melakukan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah mencatat di sisiNya sepuluh kebaikan hingga sampai tujuh ratus kali lipat dan selanjutnya hingga digandakan sebanyak-banyaknya. Jika seseorang berniat ingin melakukan kejahatan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisiNya. Jika seseorang berniat untuk melakukan kejahatan lalu melakukannya maka Allah mencatatnya sebagai satu amal kejahatan saja.” (Muttafaq’alaih)

Dengan hadist itu, aku jadi penasaran kok bisa ada manusia yg masuk ke neraka! Kalau Allah itu begitu maha pemurah kepada kita.
Tapi tentu saja kita harus ikhlas dalam beramal, sebab sebanyak apapun kita beramal jika tidak dengan landasan ikhlas karena Allah maka akan sia-sia semua amal kebaikan itu.

Allah memberikan perumpamaan manusia yang demikian seperti batu yang licin yang di atasnya terdapat debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi dan mereka tidak memperoleh satu apapun dari apa yang dikerjakannya (QS. 2:264).

Tapi itu bukan berarti kita malah malas beramal kebaikan! Karena merasa tidak bisa ikhlas dalam beramal, justru kita harus semakin giat dalam beramal kebaikan sebab sebuah hadist Nabi SAW menuturkan:”Annas ra. Berkata bahwa Nabi SAW meriwayatkan dari Tuhannya Azza wa Jalla, “jika seorang hamba mendekat kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu desa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhari).

Gimana…! Pendapat anda semua. Oia, Satu hal yang perlu diingat adalah “seseorang masuk surga bukan karena banyaknya amalnya, tetapi karena rahmat Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar)” (HR. Muslim). Hm… Untuk saat ini Semoga listriknya cepat nyala lagi.

About asyhadione

jusT an Ordinary man

2 responses to “Kok bisa masuk neraka!”

  1. Candra Adi Putra says :

    "At work, ISTJs get things done on a timely basis. They honor deadlines, and they believe in thoroughness. A half-finished joy is not a job well done"maaf komen ga pada tempatnya masa seh.. ko bisa kemarin skripsi ga selesai ya… berarti kalo sekarang ga selesai juga. hasil tes salah tuh 😀

  2. Asyhadi tea... says :

    skripsi kemaren emang gag dikerjain mas candra… maklum belum ada pressure dari bokap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: