Neuro-Linguistic Programming (NLP)

Mendapatkan pengetahuan baru setelah membaca buku karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec  yaitu Super Leader Super Manager… sebuah buku yang sudah lama ingin saya miliki, tepatnya tahun 2007 di jogjakarta! namun karena keuangan yang masih pas-pasan saat itu menjadikan saya baru bisa memilikinya sekarang.. alhamdulillah banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, salah satunya saya jadi mengenal apa itu Neuro-Linguistic Programming (NLP).

Semula NLP saya pikir adalah sebuah ilmu tentang saraf, karena ada kata-kata neuro-nya.. xixixi ternyata bukan sekedar itu saja.. Kalau menurut wikipedia, Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah:
model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. NLP diawali pada sekitar tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder… yang secara semantik Neuro dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dilakukan individu dalam menginterpretasikan informasi yang didapat melalui panca indra dan berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di pikiran. Linguistic ditujukan untuk menjelaskan pengaruh bahasa yang digunakan pada diri maupun pada individu lain yang kemudian membentuk pengalaman individu akan lingkungan. Programming dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang lebih positif.
Dibanyak situs internet maupun blog juga banyak yang telah membahas mengenai NLP ini, salah satunya adalah ini, yang mengartikan NLP sebagai berikut:

“Perilaku seseorang, dalam hal ini adalah perilaku sukses, sangat ditentukan oleh syaraf otaknya (neuro) dalam memogram diri (otak) atau mempersepsikan diri terhadap setiap stimulus dari luar. Dengan bantuan bahasa, otak mampu merumuskan setiap bentuk perilaku sukses. Dengan bahasa pula, otak akan membuat sebuah program perilaku sukses: dari soal sikap positif meniru atau menduplikasi, hingga tindakan nyata. Oleh karenanya disebut Neuro-lingusistic Programming. Contoh, bila Anda menerima stimulus dari luar –cerita seorang sukses misalnya—kemudian Anda tertarik dan otak Anda segera membuat program diri untuk menirunya, dan membuat sejumlah program-program sukses, maka yang demikian disebut neuro-linguistic programming (NLP).”

namun, sejujurnya saya lebih suka menangkap pengertian yang diberikan oleh pak Antonio. bahwa dengan NLP tersebut  kita dapat ‘meniru’ seseorang pada berbagai hal, dalam buku yang di bahas pak Antonio adalah Rasulullah dapat kita ikuti/contoh/teladani karena pada dasarnya beliau juga manusia seperti kita.

Dengan apa yang saya terima dari buku tersebut, dan setelah membaca referensi juga saat browsing menjadikan saya semangat kembali. Hal ini terkait dengan pekerjaan terbaru saya dikantor yang banyak membahas di luar teknis IT. teringat 4 bulan yg lalu banyak berkutat di dunia IT, mulai dari instalasi Linux CentOs, Ubuntu, Freeradius, Ruby, RedMine, dll dan sekarang dipindah di bidang baru yang banyak mengurusi SNI, Geologi, Mapping, Rapat lintas departemen, dll.

Sempat kaget dengan sistem dan budaya baru tersebut, sehingga memutuskan rehat sebentar yang membawa pengembaraan dengan membaca buku pak Antonio. Alhamdulillah pengembaraan yang berbuah manis dengan mendapat banyak masukan dan inspirasi sehingga menjadi semangat dan tak putus asa dengan hal baru tersebut. Malah menjadi semangat untuk meningkatkan kompetensi diri.

NLP sendiri yang banyak berkutat dengan bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan neuro otak kita. seperti yang dikatakan mas waidi Aktifitas otak pada dasarnya adalah aktifitas mencatat, merekam dan mengolah seluruh informasi yang diterima dari lingkungannya melalui panca indra. Kehebatan otak adalah merekam apa saja yang kita dengar, lihat, dan rasakan baik secara sadar atu pun tidak sadar. Otak sadar Anda (maaf) saat ini sedang konsentrasi membaca artikel ini, tetapi tanpa disadari otak Anda (dalam waktu bersamaan) juga mencatat segala peristiwa di sekitar Anda (mungkin deru mobil bila Anda membaca di jalan, mungkin udara dingin bila Anda membaca di ruang ber-AC). Dengan demikian, tak terhingga jumlahnya berapa milyar informasi yang tercatat dan terekam sejak masih orok hingga saat ini di dalam pikiran Anda. Semua rekaman peristiwa itu tersimpan di otak bawah sadar (unconsiuous mind). Semua itu adalah potensi yang tak ternilai harganya.”

Perlu di catat bahwa Inti NLP adalah teknik membuang hambatan mental (pikiran), membuang virus-virus negatif pikiran, dan merekayasa ulang pikiran itu agar si pemilik tidak terjebak dalam sistem berpikir yang salah. Orang bilang, jangan sampai kita terjebak dalan suatu jargon salah kaprah. NLP tidak lain, membantu kita untuk membuang salah kaprah menjadi “benar kaprah”.

Ganbatte!!! tetap semangat… Hayuuu kamu bisa!!!!

About asyhadione

jusT an Ordinary man

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: