3 Sahabat – eps 01

Bagaimana ya memulai ini… sebenarnya ini adalah cerpen sewaktu masa-masa SMA dulu… karena dirumah sedang ada pembersihan, maka buku-buku zaman SMA yang udah ga penting.. terpaksa harus get-out dari lemari buku… diganti ma buku-buku yang lebih berkualitas.  Aahahahaha kemudian tanpa sengaja pas ngelempar buku kusam ga beraturan ada yang terbuka lembarannya..*mulai lebay* seakan-akan buku itu berkata..selamatkan aku noor…tolong aku… jangan kau sia-sia kan aku seperti ini… hiks..hiks.. mata ku pun berlinang… ku ambil buku itu… tepat pada lembaran yang terbuka, aku baca isinya…ternyata cerpen sewaktu aku kelas satu di SMA dulu. Masih sangat jelas ingatanku bagaimana aku mengarang cerpen itu.. sore hari… ditemani teh hangat dan hujan deras di meja belajar didepan jendela kamar…
Hal ini membuat aku merasa ingin mengabadikan isi cerpen tersebut kedalam blog… maka kutunda buku ini untuk ku buang… disela-sela waktu luang.. aku tulis ulang  cerpen lama ini. Saat ku mulai mengetik, baru sadar kosakata yang aku gunakan dahulu ternyata emang jadul n ga beraturan banget *persis ma muka aku* sehingga sadar klo pantesan cuma dapet nilai 8.. peringkat ke 6 sekelas…xixixixi Ok, dari pada banyak basa-basi.. berikut cerpen buatanku itu.. oia, terpaksa aku buat dalam beberapa chapter.. karena keterbatasan waktu mengetik sih… selamat menikmati… cerpen jadul ku dulu…kasih nilai juga boleh…
cerita bermula…
Muncul dari balik pintu angkot, seseorang lelaki polos berkulit sawo matang, rambut disisir kekanan sampai alis dengan jam tangan seiko palsu ditangan kirinya.
Perlahan ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah. Hari ini adalah untuk pertama kalinya ia belajat di SMU setelah selama satu minggu ia mengikuti MOS di sekolahnya. Lalu tiba-tiba,
    “Hai Ron, tampang loe kusut amat!”
    “Ah, masak sih? Perasaan biasa aja”
Bertemulah Roron dengan Toni, teman semasa MOS-nya. Dan akhirnya mereka pun bertemu dengan teman-teman lainnya sewaktu MOS. Dengan canda-canda ringan mereka memasuki kelas 1-7, kelas baru mereka. Teng-tong… teng-tong… teng-tong… jam pelajaran pertama dimulai, dan tugas pertama Roron sebagai Ketua Murid (KM) pun dimulai. Ia harus memanggil guru pelajara pertama.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berlalu sesuai dengan apa yang diharapkan murid, tak terasa bel tanda pulang berbunyi. Roron dan Toni berjalan bersama keluar dari kelas. Terlihat samar-samar sepertinya mereka akan menjadi sahabat sejati, kayak dilagu Sheila on 7….

Menjelang pagi tiba, disaat embun-embun masih bergelantungan didedaunan dan rumput yang menunduk karena beratnya, disaat kabut tipis masih menyelimuti bumi, dimana hanya tinggal beberapa lampu jalan menerangi, Roron berlari dengan bertelanjang kaki dibawah sinar langit. Terlihat bayang-bayang sesosok manusia yang sedangduduk diteras rumah, ternyata ia adalah seorang gadis ABG yng sedang membaca sebuah buku dengan pakaian SMA, lalu terperanjak dalam ingatannya bahwa ia harus sekolah saat itu.
Hari itu sepertinya akan menjadi hari-harinya yang sangat melelahkan.
Ia akhirnya tiba disekolah dengan terengah-engah, tapi untunglah belum terlambat. Seperti biasa ia harus mengontrol petugas piket kelas terlebih dahulu, baru mengerjakan yang lainnya. Lalu sesaat ia memandang keluar jendela, ia melihat seorang gadis yang sepertinya sama dengan yang dilihatnya pagi tadi, saat sedang mencoba untuk mengenalinya, Toni menceletuk “Hai, Ron elu jangan bisa nyuruh doang! Lu juga kan piket sekarang!”

“hah…ah iya, sorry. Cepet-cepet nyapunya entar gw yang buang sampahnya, oke!” ia kaget dan mencoba untuk bersikap santai.
Weleh… weleh.. hari-hari terlewati, minggu demi minggu berlalu dengan perubahan besar yang tampak pada diri Roron di Catur Wulan I kelas 2. Sekarang ia tampak lebih PD, bahkan ke-PD-an. Rambutnya tidak lagi belah pinggir, sekarang rambutnya dicukur, memakai gatsby dan dibuat belah tengah yang selalu tampak basah, dengan sabuk merah dan jam tangan G-Shock hijau. Dan untuk yang satu ini sama dengan yang dulu-dulu bajakan juga………….

About asyhadione

jusT an Ordinary man

4 responses to “3 Sahabat – eps 01”

  1. ekonugroho says :

    bagus juga penuturan katanya. episode 1 dpt nilai 7 deh… (mode mahal = on). btw, tu bkan kisah nyata to?? ato kisah yang sbenernya ingin dilalui si penulis dlm hdupnya?? xixixi… trus kira2 mo smpe session brp??😀 mo nyaingin tersanjung sama cinta fitri kah?? hahaha…

  2. blame says :

    alhamdulillah dapet 7, daripada dapet merah…bwakakakak1st question: bukan kisah nyata lah…jika ada kesamaan tokoh, tempat atau alur cerita! semua itu diluar unsur kesengajaan penulis lho….2nd question: wah belom tau mpe session berapa, tergantung ma mood penulis keknya…xixixi kek oran sibuk aja dah gw..3rd question: wah ga mau nyaingin yang itu! mau nyaingin doraemon aja dah…*tawa guling2*

  3. ekonugroho says :

    wakakakakakakakak….. doraemon??? betul betul betul… dari SD smpe skarang gak habis2 tuh…

  4. blame says :

    tuh, mas fath langsung balas dendam!! nulis blog langsung 2 dan puanjang…puanjang…bwakakakakoia, follow dong ko… biar rame link friendlistnya.. soalnya kamu kan ga bikin FB…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: