evaluasi ulang uang kita

Sebenernya ini bentuk protes saya setelah merasakan bagaimana sulitnya dan beratnya mengumpulkan recehan uang hasil kerja keras selama bekerja. Tentu saja banyak diplomasi yang disampaikan kepada saya, seperti “makanya blame, kalo kerja itu kudu memenuhi 3 hal. kerja keras, kerja cerdas dan kerja harus ikhlas,,,” yaiyalah,,, gw juga ngerti itu,,, tapi ternyata tetep aja recehan yang gw kumpulin hilang juga selama ini.
Maksud dari hilangnya recehan uang saya bukan karena kecerobohan saya, namun saya menyoroti lebih karena perlunya evaluasi terhadap sistem keuangan dan penerapan mata uang kita. Kebetulan beberapa saat lalu saya ngobrol dengan kabid salah satu pusat, dan bercerita:
“25tahun lalu ada kawan saya yang kekurangan uang, dan meminjam uang dari saya. Karena saat itu saya belum ada uang cash, saya menjual emas saya seberat 10gr yg saat itu bernilai 100rb. Tentu saat itu uang senilai itu sangat berharga sekali. Namun beberapa minggu yang lalu, orang itu baru saja membayar hutangnya yang sayangnya menggunakan uang senilai 100rb! lha dalam hati saya, buat apa uang senilai ini,,, bahkan untuk membeli emas 1gr saja ga cukup! apalagi membeli emas yang saya jual dulu!”


Dari perbincangan itu, menjadi terpikir oleh saya. Mungkin saja, pasti recehan yang saya tabung saat ini, pada waktu akan saya cairkan dikemudian hari akan tidak bernilai. bisa jadi tabungan saya saat ini katakanlah 2jt dan bisa untuk membeli 2 ekor kambing, namun 2thn lagi tak cukup untuk membeli 2 ekor kambing! padahal uang itu sama sekali tidak saya sentuh. selalu tersimpan aman di bank!
Oleh sebab itulah perlu evaluasi ulang uang kita. kenapa bisa saat ini orang indonesia yang bekerja keras, cerdas dan ikhlas sehingga bisa disebut kaya, namun beberapa waktu kemudian dia menjadi miskin sementara orang pengangguran amerika miskin tiba2 menjadi kaya raya karena nilai 100 yang dia bawa ke indonesia menjadi 1 milyar misalnya! dan ada orang yang tetap kaya kemanapun ia berada, karena nilai uangnya tetap. istilahnya orang ini tetap kaya walaupun tidak bertambah kaya.
Tentu saja saya tak ingin mengalami pengalaman seperti kabid yang saya ceritakan itu. tabungan yang seharusnya saya posisikan untuk pendidikan calon anak saya dan tiba2 saat dia akan sekolah ternyata uang tersebut sama sekali tak bisa digunakan! yang secara logika itu bukan karena kesalahan saya, namun karena sistem uang dinegara yang tidak tepat penerapannya sehingga menjadi sistem yang memiskinkan rakyatnya dan menjadi sistem yang memakmurkan warga negara yang lain.

Tentu kita sering mendengar cerita mbah2 kita,
“kamu tau nak, tanah berhektar-hektar itu dahulu punya mbah. Tapi semua itu mbah jual demi pendidikan kamu.”
Ketahuilah, mbah itu menjual tanahnya bukan karena bertambah miskin. Padahal ia bekerja keras dari muda hingga menjadi mbah dan tiba waktunya ingin menikmati hasil kerja kerasnya malah kekayaannya menjadi tidak bernilai karena sistem uang yang mencuri kekayaannya. Entah karena harga pangan yang naik, harga pendidikan yang naik, harga berobat yang naik dan tetek bengek lainnya.
Ketahuilah 14 abad yang lalu Nabi Muhammad membeli kambing dengan harga 1 dinar, sekarang harga kambing tetap 1 dinar. Seperti inilah seharusnya sistem uang kita, yang menjaga hasil kerja keras, cerdas dan ikhlas kita.

About asyhadione

jusT an Ordinary man

3 responses to “evaluasi ulang uang kita”

  1. Fathoni says :

    Good point.. :)Btw, pertanyaan ane: kenapa siy "shinobi" ikut-ikutan dipasang di label artikel ini?Mana ga ada 1 kata "shinobi" pun di body artikel. Ubungan isi artikel ama label "shinobi" apa coba? Hayo, terangkan!*opo maneehhhh ikiy haha*

  2. blame says :

    hahahahasaya suka pake shinobi refer to ninja refer to spies alias mata2… yang memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi apapun.. dan menjaga rahasia yang penting bagi rakyat banyak dan rela mengorbankan sasuke demi masa depan yang lebih baik… bwakakakakintinya artikel saya adalah bentuk protes dan perang melalui jalan belakang *mata2* tidak frontal langsung..xixixi pokoknya gitu dah mas

  3. Fathoni says :

    Perang?Perjuangan?…Hmm, perjuangan memperebutkan seorang putri?Huahaha… (another) good point..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: