Menata Waktu [ato Hidup]

Sering bagi saya secara pribadi untuk mengeluh, kalo waktu yg ada itu ternyata sangat kurang untuk menyelesaikan semua kegiatan kantor dan pribadi yg seabreg-abreg. Bahkan sampai dibawa pulang yg berefek kurang tidur pun terasa masih saja kurang untuk waktu itu.
Atau mungkin bagaimana saya sering membatalkan janji secara sepihak karena beralasan sibuk, menunda sholat dengan alasan rapat, meninggalkan liqo dengan berbagai tetek bengek lainnya sehingga teman2 menjadi malas untuk mengundang lagi… dn banyak lagi kegiatan lainnya yg terbengkalai karena saya.
Saya termasuk orang yg sangat memperhatikan waktu, juga memperhitungkan apa yg akan terjadi kedepan. Tapi entah mengapa setahun ini terasa saya sok sibuk bgt, merasa 24 jam itu kurang, 7 hari itu serasa 3 hari… dan tahun baru ini serasa aneh dengan jadwal yg berantakan dan tugas yg terbengkalai.
Mungkin ini bukan hanya bagaimana teknik menata waktu, bagaimana teknik manajemen penggunaan waktu… tapi lebih pada bagaimana menata dan manage hidup. Alasan2 yg saya kemukakan diatas ternyata ga bisa menjadi alibi untuk gagal, sebab dari pelajaran liqo sebelumnya ternyata ada orang biasa yg jauuuhhhh… lebih sibuk namun tetap bisa menata hidupnya dengan harmoni yang indah.
  • Bayangkan, saya hanya manusia pekerja biasa dengan tingkat kerjaan yg juga standar biasa juga! bandingkan dengan beliau yang seorang Presiden, juga merangkap panglima perang!
  • Bayangkan, saya hanya hidup sendiri dan itu juga masih diurus orang tua! bandingkan beliau yang memiliki umat ribuan yang harus diurus, istri yang harus dikasihi dan diurus, sanak famili yg banyak…
  • Bayangkan, saya hanya datang di 1 majelis ilmu… itu juga cuma mendengarkan! bandingkan dengan beliau yang memiliki banyak majelis ilmu, dan tidak cuma mendengarkan keluh kesah para muridnya, namun juga memberi materi ditiap majelis!!!
 Dan, tentu saja tidak hanya tiga hal itu saja! banyak hal yg membuat saya berpikir ulang untuk berkata “maaf sibuk ga bisa ikut” atau “ya elah mepet amat sih bikin jadwal” atau “lembur lagi…lembur lagi…”
Kedepan harus ada perubahan, sehari itu 24 jam dari dulu sampai sekarang tetap, seminggu ya 7 hari dan selalu akan begitu. Tinggal bagaimana menata hidup ini.  
Ya Allah semoga hari ku yang sekarang lebih baik dari kemarin, dan hari yang akan datang lebih baik dari hari ini… Aminn

About asyhadione

jusT an Ordinary man

One response to “Menata Waktu [ato Hidup]”

  1. u1 says :

    amiin…… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: