Nasehat Kematian [Refleksi Diri]

Setelah berputar-putar menjalankan tugas, akhirnya bisa juga merasakan hangatnya rumah. Dua minggu sudah dirumah *ceileee seolah2 ga pernah dirumah* bersama my big fam, dan dalam 2 minggu yg singkat banyak pelajaran yg diberikan Allah…
Dalam 2 minggu ini berita duka mengenai kematian mengiringi hari-hariku dirumah. Yang pertama adalah seorang nenek yg telah renta, tetangga sebelah kiri rumah,, mungkin berjarak 3 rumah dari tempat tinggalku. Beliau nenek yg memang sudah sangat tua, aku beberapa kali mengajaknya mengobrol namun karena sudah agak tuli saya pun kurang begitu sering melakukannya,,, paling hanya pada event tertentu seperti hari raya atau ada pertemuan disekitar rumah. Ibu lah yg selalu menyempatkan diri untuk mengobrol denganny hampir setiap hari.. sampe si nenek hapal klo ibu tidak datang ke rumahnya yg sangat sederhana.

Tetangga kedua yg menghadap ilahi adalah tetangga disebelah kanan rumahku. Jaraknya mungkin ada sekitar 100an meter, rumahnya memang agak kedalam pelosok namun masih terjangkau dengan motor. Beliau seorang ibu yg memiliki seorang anak tunggal perempuan. Sebenarnya ia masih muda, hanya saja sakit2an, ada yg bilang sakitnya lebih karena beban pikirannya dari pada fisikny… walaupun sakitnya ini pada akhirnya memang menguras habis fisik si ibu. Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya, alasan kesibukan dikantor dan jarang dirumah membuatku tidak sempat untuk bersilaturahmi dengannya. Namun, alhamdulillah ibu selalu memberitahukan update kesehatannya dan kondisi keluarganya padaku disetiap malam aku pulang kantor…
Empat hari yang lalu mungkin, sahabat SMA ku kehilangan sosok ayah dalam keluarganya… beliau adalah sahabat dekat sewaktu diSMA, sewaktu aku menjadi pengurus teras di ROHIS, ia menjadi pengurus utama di pramuka. Bahkan saat almarhum ayah meninggal 2 tahun yg lalu, ia menyempatkan diri datang kerumah jauh2 dari depok. Sungguh menyesal, aku tidak bisa datang saat kematian ayahnya… sedih sekali aku tidak bisa hadir dihari ia butuh banyak teman untuk menemani disekitarnya,,, 
Kemudian nasehat terakhir dari Allah adalah kemarin jumat, kakak dari almarhum ayahnya bapak meninggal di kampung halaman. Saya berencana kesana, walaupun tidak melihat pemakamannya…
Sungguh banyak hikmah disetiap kejadian yg Allah berikan… kita tidak tau kapan kematian itu akan datang, dan saat itu datang sudah siapkah kita menghadapiny? Semoga umur yg ada ini adalah keberkahan dan kebaikan. Aamiin…
S

About asyhadione

jusT an Ordinary man

4 responses to “Nasehat Kematian [Refleksi Diri]”

  1. purpleheart says :

    suatu saat kita akan menyusul juga.. mari perlahan bersama kita tinggalkan jejak-jejak yang bermakna.. ^_^

  2. Fathoni Wahyu Utama says :

    Barusan saya pingin "ngoceh" juga, eh ini bkin saya inget paragraf2 yg saya baca semalam di buku.. hee, tambah lg bahan ocehan saya… B-)

  3. Asyhadi tea... says :

    This comment has been removed by the author.

  4. blame kyo says :

    mas purple: ganbattemas fath: wah lama saya ga mampir ke rumahnya… terakhir baca tentang catatan bangku sekolah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: